Sinergi Pejabat dan Petani Perkuat Swasembada Pangan Melalui Pendampingan di Kab. Konawe
Pertanian di Kabupaten Konawe terus menunjukkan geliatnya, didukung penuh oleh sinergi berbagai pihak. Hari ini, Rabu 19 November, bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Konawe, sebuah pertemuan penting digelar dalam rangka pendampingan kelengkapan administrasi Bantuan Pertanian bagi petani di Kecamatan Puriala. Acara ini dihadiri oleh Kepala BPP, Penanggung Jawab (PJ) Kabupaten Konawe Samrin, SP., MP., PJ Swasembada Pangan Konawe, Penyuluh Pertanian, Babinsa, serta perwakilan dari Dinas Pertanian. Kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah pusat, daerah, hingga aparat keamanan ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan dukungan tersalurkan secara tepat sasaran, sejalan dengan semangat program modernisasi seperti Brigade Pangan (BP) yang berupaya mengakselerasi tercapainya swasembada pangan nasional.
Peran sentral dalam memastikan program pembangunan pertanian berjalan optimal diemban oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara. Dalam kegiatan pendampingan administrasi ini, BRMP Sultra turut berpartisipasi, menjalankan salah satu fungsinya yaitu pelaksanaan pendampingan program pembangunan pertanian. Keterlibatan BRMP sangat krusial, tidak hanya memastikan kelengkapan dan validitas administrasi, tetapi juga menjadi jembatan antara petani dengan teknologi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi ini sejalan dengan model kerja Brigade Pangan yang mengedepankan petani milenial dan penggunaan Alsintan canggih untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Tujuannya adalah mendorong penerapan hasil perakitan paket teknologi spesifik lokasi guna mengokohkan fondasi produksi pangan di Konawe.
Langkah nyata yang dilakukan hari ini di Konawe merupakan upaya berkelanjutan untuk mewujudkan swasembada pangan di wilayah tersebut. Dengan administrasi bantuan yang tertata baik, petani di Puriala akan memiliki akses yang lebih mudah terhadap dukungan yang diperlukan, termasuk potensi adopsi inovasi yang didorong oleh model-model profesional seperti Brigade Pangan.
Kehadiran para pemangku kepentingan, terutama dari BRMP Sultra dan Dinas Pertanian, menegaskan komitmen pemerintah untuk memajukan sektor pertanian lokal. Diharapkan, melalui penguatan kapasitas petani dan penyediaan dukungan yang terstruktur, ketahanan pangan daerah dapat semakin kokoh, membawa dampak positif bagi peningkatan indeks pertanaman dan kesejahteraan masyarakat petani di Konawe secara keseluruhan.